Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan HUT ke-60 Pramuka

Tanjung, Humaspro Setda KLU - Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-60 di Lombok Utara. Bertempat di Halaman Kampus STKIP Hamzar KLU (14/8/2021). Hadir pula unsur Pimpinan OPD, Pimpinan Kwartir Cabang Pramuka KLU, serta tamu undangan lainnya.
 
Bupati Djohan yang juga Kamabicab Pramuka KLU menyampaikan organisasi kepramukaan genap berusia 60 tahun. Sekalipun sesungguhnya keberadaan Pramuka di Indonesia berusia jauh lebih tua, namun sejak 60 tahun silam tidak lagi terpecah-pecah melainkan menyatu dalam satu wadah yang disebut Gerakan Pramuka. Peringatan Hari Pramuka adalah wujud dari rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkah nikmat persatuan.
 
Gerakan Pramuka kelanjutan dari pembaharuan gerakan kepanduan nasional. Hal ini diperkokoh dengan UU nomor 12 tahun 2020 sehingga pemerintah berkewajiban mendukung revitalisasi Gerakan Pramuka untuk meningkatkan peran fungsi serta ekstensi sebagai wadah pilihan utama pembinaan generasi muda. "Adapun tema Hari Pramuka ke-60 tahun ini adalah Pramuka Berbakti Tanpa Henti. Hal ini menyiratkan semangat bakti Pramuka yang tinggi untuk berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa apalagi pada masa pandemi yang masih mengkhawatirkan. Kita harus tetap disiplin menahan diri dan tetap menerapkan Prokes, memasuki adaptasi kebiasaan baru. Kami mengapresiasi peran Pramuka Lombok utara yang berperan sebagai duta perubahan perilaku," tuturnya.
 
Bupati Djohan juga berharap anggota pramuka dapat memberi contoh dalam membangun kebiasaan lebih sehat. Turut serta dalam upaya menanggulangi Pandemi Covid-19. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan SK penganugerahan tanda penghargaan Lencana Panca Warsa oleh bupati serta foto bersama.
 
(rar) foto: rar/humaspro

PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Tanjung, Humaspro Setda KLU - Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati melantik Ketua dan Pengurus PPI KLU masa bakti 2021-2026 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (20/8/2021). Hadir pula Ketua PPI KLU Hj Galuh Nurdiyah, Kepala Dinas DP2KBPMD KLU Drs H Kholidi MM, Jajaran Pengurus PPI NTB, PPI KLU, Anggota Forum Genre Lombok Utara beserta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua PPI Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menyatakan PPI merupakan bagian dari Global White Alliance atau Aliansi Pita Putih yang terdiri dari 145 negara di dunia yang memiliki kepedulian pada tingginya angka kematian ibu dan bayi lahir. Hingga saat ini, lanjutnya, terdapat 22 perwakilan PPI Provinsi di Indonesia, NTB salah satunya. Dalam perkembangannya PPI melibatkan berbagai latar belakang pengurus yang memiliki kepedulian keinginan dan kemampuan untuk berkontribusi menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan Stunting. "Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengikutsertakan PPI sebagai Ormas yang bertugas menuntaskan permasalahan stunting di beberapa daerah di Indonesia. PPI Provinsi NTB diberikan tugas untuk menangani Stunting di KLU. Saya merasa berkepentingan memastikan program kita ini lancar dan baik. Bersinergi dan bekerja sama dengan PPI KLU dalam penanganan stunting," tuturnya.
 
Dijelaskannya, melihat tren kematian ibu di NTB sampai tahun 2019, terdapat sejumlah 97 kasus, sedangkan bayi dan balita berkisar 863 kasus, serta Stunting mencapai 7069 kasus yang bersumber dari informasi kesehatan 2019. "Hal ini tantangan yang besar, semuanya ini kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tak bisa melakukan sendiri, semua mesti bersinergi ini. Kini bukan saatnya bekerja berdasarkan egosentris lembaga, organisasi dan lainnya. Kita bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang ada," imbuhnya.
Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM mengatakan dengan telah dilantiknya Pengurus PPI KLU menjadi tonggak membangun sinergi secara bersama-sama. Meneguhkan komitmen dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Lombok Utara," tandasnya. "DP2KBPMD membangun sinergi dengan pihak lain. Mengupayakan penanganan stunting di Lombok Utara bisa menurun. Hingga kini angka Stunting relatif banyak pada 20 desa. Tingkat capaiannya berkisar 32,68 persen artinya prosentase balita stunting masih cukup tinggi," urainya.
 
Dikatakannya, sinergi antar OPD dan stakeholder lain termasuk Forum Genre diharapkan angka pernikahan di bawah usia menurun. "Semoga amanah ini, bisa kita laksanakan secara bersama sehingga kesehatan ibu dan anak termasuk remaja, serta penanganan Stunting berhasil di Lombok Utara," harapnya.
 
Adapun Ketua PPI KLU Hj Galuh Nurdiyah menyampaikan adanya pelantikan dan terbentuknya Pengurus PPI KLU menjadi langkah awal peran aktif meningkatkan pola hidup sehat, bagi masyarakat Lombok Utara. "Tugas yang kita emban ini akan menyadarkan kita, betapa pentingnya keikutsertaan kita merubah pola pikir masyarakat bahwa betapa berharganya hidup sehat," tuturnya.
Diuraikannya, penanganan stunting mesti dimulai sejak 1000 hari. 270 hari berada pada masa kehamilan ibu, sedangkan 730 hari pada masa tumbuh-kembangnya. Bila tidak diperhatikan dengan baik, berakibat stunting. Oleh karennya, kesehatan ibu dan anak menjadi perlu diperhatikan.
 
Ketua PPI KLU menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi PPI di Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait yang nantinya bisa bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara melalui optimalisasi Posyandu Keluarga, Dasa Wisma, dan Forum Genre KLU. "Wadah-wadah inilah yang kita harapkan dapat menggerakkan Posyandu. Selain kiprah TP PKK pada seluruh jenjang, begitu juga forum genre nantinya menjadi garda terdepan memotivasi masyarakat dengan kesadaran sendiri datang ke Posyandu," jelasnya.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi arahan kepada pengurus terkait percepatan penanganan penurunan Stunting di Lombok Utara. Acara berlangsung lancar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19, dilanjutkan dengan foto bersama.
 
(wld) foto: rar/humaspro

Bupati Lombok Utara Maknai HUT ke-76 RI Sebagai Momentum untuk Perkokoh Persatuan

Diskominfo KLU, Tanjung - Dalam memperingati hari jadi Republik Indonesia (RI) ke-76, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH. memaknai hari kemerdekaan tersebut sebagai momentum untuk memperkokoh semangat persatuan terutama dalam menjalankan pembangunan di daerah. Hal ini ditegaskannya saat bertugas sebagai Inspektur pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI yang dilaksanakan di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung, Selasa (17/08/2021). "Mudah-mudahan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 ini, menginspirasi kita semua untuk tetap bersatu, utuh dalam negara kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
 
Pada peringatan 17 Agustus tahun ini, pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan negara, tak terkecuali daerah Kabupaten Lombok Utara. Seperti yang dikatakan H. Djohan Sjamsu, belum tuntas masa rehabilitasi pasca gempa, daerah Kabupaten Lombok Utara kembali diuji dengan wabah yang melanda dunia internasional. "Ini adalah satu tantangan berat bagi daerah ini, tantangan yang harus mampu kita jawab dalam rangka kita memajukan daerah yang kita cintai ini," tuturnya.
 
Diakhir amanatnya, H. Djohan Sjamsu menyerukan, bahwa untuk keluar dalam kondisi sulit saat ini, seluruh komponen masyarakat harus tetap bersatu-padu, bekerja dengan sungguh-sungguh serta senantiasa menanamkan jiwa kebangsaan dalam diri masing-masing seperti yang dicontohkan oleh para tokoh proklamator bangsa. "Kita bangun Lombok Utara ini, kita bangun Indonesia ini secara bersungguh-sungguh sehingga nantinya daerah kita akan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan daerah lain yang ada di Nusa Tenggara Barat bahkan di seluruh Indonesia," ajak Bupati.
 
(Yoan)

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  +62-811-3811901 (Dinas Kesehatan)
 +62-853-3491651 (RSUD Lombok Utara)
0370-6120-052 (Sat Pol PP Lombok Utara)
 
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial