Bupati Lombok Utara Launching Pendua Menuju Desa Ketahanan Pangan

Kayangan, Humaspro Setda KLU - Dalam rangka menetapkan desa ketahanan pangan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH melaunching Desa Pendua menuju desa ketahanan pangan bertajuk "Petani Sejahtera KLU Berjaya" bertempat di aula kantor desa setempat, Rabu (19/02/2020)."Alhamdulillah, kita menemukan salah satu desa yang layak dan siap untuk kita jadikan sebagai Desa Ketahanan Pangan di Lombok Utara yaitu Desa Pendua. Saya akan berdiskusi lagi dengan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian terkait dengan desa ketahanan pangan ini," kata Bupati Najmul dalam sambutannya."Insyaallah dengan kita melaunching sekarang ini menjadi dasar bahwa APBD akan mengintervensi kebijakan kegiatan ini," tuturnya
 
Ditambahkan Najmul, beberapa hal yang bisa dikerjasamakan terkait dengan ketahanan pangan di Lombok Utara menjadi pekerjaan rumah semua pihak. Pola pengembangan desa ketahanan pangan juga termasuk pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk melakukan program-program ketahanan pangan. Di antara pusat kegiatan ketahanan pangan di Lombok Utata adalah Desa Pendua. Ketetapan itu diambil lantaran pemda KLU melihat potensi Desa Pendua yang luar biasa terutama sumber daya alamnya.
"Saya tentu menginginkan, kalau masing-masing desa memiliki ciri khas tertentu kemudian desa itu konsen kepada ciri khas yang dimilikinya, insyaallah akan maju" harap orang nomor satu di KLU ini."Dan, Kepala Desa Pendua mempunyai ide yang banyak dan kreatif. Saya pikir tidak salah kalau beliau mengarahkan Desa Pendua ini menjadi salah satu contoh desa ketahanan pangan di Lombok Utara," apresiasi Sekjen APKASI tersebut.
 
Lebih lanjut dituturkan Najmul Akhyar, kalau Desa Pendua digali dari perspektif pariwisata, setiap ciri khas yang ada di desa setempat bisa menjadi objek wisata sembari menegaskan Pendua jadikan desa pangan di Lombok Utara, ia meyakini suatu saat orang akan datang belajar ke desa setempat. Dan, hal yang penting dan inti adalah konsentrasi pada bidang yang sedang digeluti. Jangan sampai ditengah jalan program ini belum selesai kemudian kita beralih ke program lain, sehingga tidak ada yang kelihatan bisa terselesaikan," pesannya.
 
Dalam pada itu, Direktur YLKMP Minardi dalam sambutannya menguraikan, pada beberapa bulan sebelumnya, pihaknya bersama pemerintah desa setempat sudah menjalin sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU, di samping beberapa kali mengadakan pertemuan dan kunjungan kepada Bupati Najmul Akhyar."Mudah-mudahan pada kesempatan ini dari proses-proses yang kami lakukan seperti membangun kerja sama dengan Pemdes, juga bersinergi dengan Dinas KPP. Awalnya kami melakukan proses assessment dengan perwakilan dari masyarakat, kelompok tani, Gapoktan termasuk ibu-ibu. Kemudian melahirkan kesimpulan beberapa poin persoalan-persoalan yang muncul. Setelah itu kami menyusun satu kegiatan melalui FGD terkait road map pangan khususnya di Desa Pendua," cerita Minardi kepada bupati dan masyarakat Pendua.
 
Disampaikan Minardi, dari proses road map yang sudah dilakukan bersama di tingkat desa, ia menganggap perlunya ada payung hukum terkait apa yang mau dilakukan."Dari peta jalan yang kami susun bersama masyarakat selama kurun sepuluh tahun, kita tetapkan proyeksi 3 tahun pertama (jangka panjang), 3 tahun kedua (jangka menengah) dan 2 tahun ketiga (jangka pendek)," urai Direktur YLKMP ini.
 
Acara yang berlangsung khidmat dan diantusiasi masyarakat tersebut dihadiri Asisten II Setda KLU H. Rusdi, ST, Camat Kayangan, Pihak DKPP, Kades Pendua Agus Salim, tokoh masyarakat serta pihak KRKP Bogor.
(api/humaspro) foto: sid/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial