Kandang Kolektif Sebur Bao Pedaleman Diresmikan

Kayangan, Humaspro Setda KLU - Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH meresmikan Kandang Kolektif Sebur Bao diintegrasikan dengan pengukuhan Pengurus Petani Ternak Sebur Bao Dusun Pedaleman Desa Sesait Kayangan, Rabu (29 Januari 2020).

Dalam sambutannya Bupati H. Najmul Akhyar menyampaikan terima kasih kepada mantan Kepala Desa Sesait lantaran telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan melegakan.

Pada kesempatan temu langsung warga tersebut, bupati merespons usulan salah satu dari ketua kelompok petani ternak setempat agar diberikan bantuan sapi supaya kandang kolektif setempat bisa dikelola dengan maksimal.

Bupati juga menyampaikan harapan agar bisa meningkatnya lapangan pekerjaan para petani sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan khususnya di wilayah setempat. Mengingat warga di Dusun Pedaleman ini masih primitif, Sekjen Apkasi ini, meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar permohonan warga setempat dianggarkan di APBD Perubahan lantaran APBD murni tahun ini sudah diputuskan dan setujui oleh DPRD.

"Dikarenakan APBD murni sudah disetujui DPRD, maka permohonan bapak-bapak tentu tidak bisa dianggarkan sekarang, tetapi Insya Allah apa yang diusulkan tadi akan dianggarkan pada APBD Perubahan nanti," tuturnya.

H. Najmul Akhyar juga menyampaikan kepada seluruh warga Pedaleman untuk mendukung perbaikan jalan di wilayah setempat dengan pola bergotong royong bersama-sama. Pihaknya berjanji akan memberikan warga setempat semen sebanyak 50 sak sehingga jalan yang dirabat bisa selesai sesuai harapan. Begitupun pembangunan sektor peternakan juga tidak kalah penting. Merespons harapan dari ketua kelompok tani setempat agar bidang Pertanian bisa menjadi organisasi tersendiri.

Menurut bupati, berbicara struktural organisasi bisa saja bidang Pertanian menjadi organisasi sendiri, akan tetapi tambahnya, untuk saat ini pemerintah daerah masih terikat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang pembentukan organisasi perangkat daerah. Jalan keluarnya dinas-dinas yang ada saat ini masih banyak yang disatukan menjadi satu dinas dari beberapa bidang. Misalnya pertanian, peternakan dan ketahan pangan. Ketiga bidang tersebut digabung menjadi satu dinas dalam rangka memaksimalkan penghematan anggran APBD. Bahkan pada saat KLU baru terbentuk dinas yang bernaung di dinas pertanian gabungan dari 6 dinas.

"Alasan mengapa semua dinas disatukan seperti itu karena kita ini baru mulai berlari sehingga bebannya jangan terlalu berat. Dengan dikecilkannya dinas-dinas itu maka dana yang ada bisa digunakan untuk pembangunan. Pada struktur APBD kita, gaji pegawai sekita 31 persen saja dan selebihnya untuk pembangunan 69 persen," ulas Najmul Akhyar.

Diceritakan lebih lanjut, dengan sedikitnya dinas maka banyak anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan. Dengan kata lain, gaji pegawai KLU lebih kecil dibanding dengan biaya pembangunan sehingga diberikan kesempatan untuk melakukan pengangkatan ASN tahun ini sebanyak 300 orang. Hanya KLU yang diberikan oleh pemerintah pusat. Kabupaten lain tidak mendapat jatah lantaran gaji pegawainya telah melebihi biaya pembangunan publik.

"Dengan formasi seperti itu KLU sudah 4 kali berturut-turut mendapat anugerah dana reksa dari menteri keuangan," kata Najmul.

Orang nomor satu di Bumi Tioq Tata Tunak ini menerangkan program zero waste dengan penekanan 0 persen sampah. Sampah dalam kondisi 0 persen bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif seraya mengingatkan warga pada slogan penertiban sampah.

"Dulu kita bisa bilang 'buanglah sampah pada tempatnya', tapi sekarang kita bisa bilang 'juallah sampah pada tempatnya', karena saat ini begitu banyak sampah yang dapat didaur ulang kembali dan bisa dimanfaatkan kembali seperti botol-botol dan gelas-gelas plastik," cerita Najmul.

Dipaparkan juga sekarang pihaknya juga membina dan mendorong beberapa kelompok bank sampah agar membuat MoU dengan TK-TK atau PAUD-PAUD di KLU agar membayar SPP dengan menggunakan sampah. Cukup dengan membawa sampah ke PAUD lalu uangnya akan masuk ke rekening. Masyarakat tinggal membawa sampah kemudian uangnya dimasukkan ke rekening. Cara mendorong warga menabung dengan menggunakan sampah.

Pada kesempatan itu, H. Najmul Akhyar juga menceritakan pihaknya sempat berdiskusi panjang dengan kepala BI membahas tentang proyek pembuatan pakan sapi kering. Ini lantaran pada musim kemarau rumput sedikit yang tersedia. Tentu rumput-rumput yang ada saat ini, jerami dan lain-lain misalnya, bisa campurkan dengan microba. Hasilnya bisa disimpan dalam jangka waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

"Itu yang disebut dengan inovasi atau penemuan, sehingga apabila ternak sapi nanti sangat minim pesediaan rumputnya tetapi tetap bisa kita berikan makan. Jika kelompok bersedia nanti akan diundang dari BI untuk memberikan pelatihan pembuatan pakan kering ini," ungkap Doktor Hukum Unibraw itu.

Kebutuhan KLU untuk pertanian dan peternakan sudah luar biasa. Pertanian dan peternakan dapat menghidupi sektor pariwisata. Tidak ada habisnya kebutuhan manusia. Jika warga Kayangan mau mengelolanya dengan baik, diprediksi di Kecamatan Kayangan juga berkembang kelompok holtikultura, misalnya di Desa Pendua dan beberapa tempat lain seperti Desa Sesait. Hal-hal itu mestinya terus menerus dikomunikasikan. Pihak Pemda KLU juga sudah beberapa kali berdiskusi dengan PHRI agar sayur dan lainnya bisa dibeli dari masyarakat, sehingga pelaku wisata tergantung pada kelompok tani karena syarat minimal hotel itu hanya dua yaitu kualitas dan keberlangsungan opersionalnya sehingga perlu ada kelompok atau asosiasi sehingga kapan pun hotel itu mencari hasil pertanian bisa tersedia setiap saat.

Dalam pada itu Penjabat Kepala Desa Sesait Raden Sawinggih, S.Sos mengatakan, acara peresmian dirangkai pengukuhan kandang kolektif petani ternak Sebur Bao tersebut terlaksana atas prakarsa dari beberapa warga Desa Sesait Kecamatan Kayangan.

Ditambahkan Sawinggih, Sebur Bao adalah inisiatif yang sudah lama direncanakan warga setempat tapi baru bisa direalisasikan saat ini. Terwujudnya kandang kolektif Sebur Bao tentu tidak luput dari kerjasama dan usaha semua pihak. Sesuai dengan arahan dari Bupati Lombok Utara dan perangkat desa yang lain bahwa setiap dusun diupayakan agar memiliki produk unggulan. Warga di wilayah setempat telah menyepakati menjadikan kandang kolektif sebagai produk unggulan Dusun Pedaleman. Meskipun begitu, nantinya akan digali dan dikerahkan produk lain yang barang kali terkait produk yang dikembangkan saat ini.

Semisal produk yang bisa dikembangkan adalah urinion, tidak hanya produk sapi yang hidup tapi juga bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan dan bisa dikembangkan.

"Sejak awal sudah diinisiasi bahwa kandang kolektif sapi ini merupakan produk dari kawan-kawan yang ada di Dusun Pedaleman," tutur Sawinggih.

"Seperti kita ketahui kultur masyarakat kita ini adalah petani dan peternak , dalam pemahaman tradisional petani itu adalah untuk menghidupi keseharian sedangkan peternak adalah sebagai tabungan kita", ucap kades sesait tersebut

Diakhir sambutannya Raden Sawinggih menyampaikan permohonan maaf selama menjabat sebagai Kepala Desa Sesait sambil mengharapkan kepala desa baru sosok pemimpin yang lebih baik untuk Desa Sesait sembari memberikan dukungan," tutupnya.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan elegan itu dihadiri Camat Kayangan Nurdin, S.Pd, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kayangan Lalu Pujiatim, serta undangan lainnya. Bupati Lombok Utara kemudian mengukuhkan anggota pengurus petani peternak Sebur Bao Pedaleman.

(yol/humaspro) foto: sid/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial