Sekda Lombok Utara Buka Sidang Isbat Nikah KLU Tahun 2019

Diskominfo KLU, Tanjung - Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan telah mengamanatkan Pemerintah Daerah di Indonesia untuk membebaskan biaya pengurusan dokumen kependudukan. Atas dasar itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuat sebuah langkah terobosan baru dalam memberikan pelayanan dasar Adminduk sebagai bentuk implementasi dari konsep PIN (Percepatan, Inovasi, dan Nilai Tambah) yang sering digaungkan oleh Bupati Lombok Utara salah satunya yaitu melalui Sidang Isbat Nikah yang diperuntukkan bagi para pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah dan dokumen kependudukan lainnya.

Bekerjasama dengan Pengadilan Agama Giri Menang dan Kantor Kementerian Agama KLU, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lombok Utara menggelar Sidang Isbat Nikah yang dilangsungkan di Aula Bupati Lombok Utara, Kamis (05/12) pagi kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH, Ketua Pengadilan Agama Giri Menang Awaluddin, S.HI., MH, Kepala Kantor Kemenag KLU H. Muksin, SH., M.Pdi, Kepala Dinas Dukcapil KLU Fahri, S.Pd, dan beberapa Kepala OPD lingkup pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara.

Dalam sambutan Bupati Lombok Utara yang di wakili oleh Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH menyampaikan bahwa tujuan umum dari isbat nikah tersebut adalah untuk membantu masyarakat mengesahkan perkawinan dan memperoleh buku nikah serta dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, pasport dan lainnya.

"Banyak memang melakukan pernikahan itu tidak dicatat artinya dilakukan diluar KUA sehingga muncul problem-problem, dan Alhamdulillah Pemerintah Pusat membuat sesuatu ketentuan aturan dalam rangka itu" tuturnya.

H. Suardi juga mengungkapkan bahwa program isbat nikah yang digelar tersebut adalah merupakan ikhtiar dari Pemerintah Daerah dalam mensejahterakan dan melindungi hak warga masyarakat dengan legalitas, salah satunya adalah dengan memiliki buku nikah tersebut.

"Akibat dari tidak punya buku nikah berbagai persoalan yang terjadi termasuk anak sekolah dan lain sebagainya, hak-hak anak itu menjadi terhambat" jelasnya.

Pada akhir sambutannya, H. Suardi berharap sinergitas Pemerintah Daerah KLU bersama Pengadilan Agama Giri Menang serta Kantor Kemenag KLU tetap terjalin seterusnya dalam rangka mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi ditengah masyarakat terutama dalam hal pernikahan.

"Terus kita tingkatkan sinergitas ini, bukan hanya sekarang tetapi terus, mudah-mudahan pada akhirnya persoalan-persoalan rumah tangga ini khususnya kaitannya dengan pernikahan ini bisa kita kendalikan dengan baik" harapnya.

Sidang isbat nikah yang diikuti oleh 89 pasangan suami istri itu, kemudian dibuka secara resmi oleh Sekda Lombok Utara dan dilanjutkan dengan penyerahan buku nikah secara simbolis kepada perwakilan pasangan suami istri yang ikut terdaftar pada isbat nikah di akhir tahun 2019 tersebut.

(Yoan) Photo : Idham

 

 

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial