HUT KORPRI dan PGRI 2019, Bupati Beri PNS Piagam Purna Bhakti Pra Pensiun Januari 2020

Tanjung Humaspro Setda KLU - Tahun ini KORPRI dan PGRI secara bersamaan memperingati hari ulang tahun (HUT) masing-masing ke-48 dan ke-74 pada 29 Nopember 2019.

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) peringatan HUT KORPRI, PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) dirangkaikan dengan upacara paripurna bulanan pemerintah daerah Lombok Utara digelar di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH. Hadir dalam upacara bendera ini antara lain Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono, SIK, MH, Pabung Kodim 1606/Lobar Mayor Inf R. Sugondo, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, pejabat teras lingkup Pemda KLU, para ASN dan para Guru. Upacara berlangsung khidmat dengan komandan Abdur Rais, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pol PP dan Damkar KLU.

Mengawali pidatonya, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengatakan pelaksanaan upacara peringatan HUT KORPRI, HUT PGRI dan HGN tahun 2019 diintegrasikan dengan upacara paripurna Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang menjadi kegiatan rutin setiap bulan.

Membacakan amanat Ketua Umum PB PGRI, Bupati Najmul mengutarakan, pada kesempatan upacara peringatan HUT KORPRI ke-48, HUT PGRI ke-74 dan HGN tahun 2019, seluruh elemen bangsa perlu mendefragmentasi ingatan kolektif guna mengenang kembali spirit dan niat mulia para guru di seluruh tanah air. Pasalnya, pada tanggal 25 november 1945, puluhan organisasi guru yang berbeda faham dan golongan sepakat melebur menjadi satu kemudian melahirkan wadah persatuan guru republik indonesia (PGRI).

Dengan dijiwai semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan NKRI, berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat dalam memajukan pendidikan nasional.

Pada momentum tersebut bupati juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia yang memberikan penghargaan terhadap perjuangan para guru, pendidik formal/non formal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai hari guru nasional.

Ditambahkan Najmul, setelah 74 tahun Indonesia merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang independen, unitaristik dan non partisan mesti selalu dijaga dan melekat di dada pengurus, pejuang aktivis dan para guru sebagai rumah besar perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan.

"PGRI harus terus bergerak, mengabdi dan memperbarui diri agar bisa adaptif dan responsif terhadap setiap dinamika perubahan," tandas Sekjen Apkasi ini.

Menurut salah satu unsur Forkopimda KLU ini, kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi sangat cepat dan tidak dapat diduga. Kemajuan itu membawa dampak positif dan negatif yang berirama secara beriringan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, PGRI harus tetap berkomitmen terhadap pentingnya literasi, utamanya literasi digital bagi guru, siswa dan orang tua.

"Mari kita bangun kesadaran bersama, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan", ajak bupati.

"Pergeseran peran guru di era digital sebagai fasilitator pembelajaran, menantang rasa ingin tahu siswa sehingga terdorong menjadikan proses pembelajaran mandiri sepanjang hayat. Formula ini yang harus terus-menerus kita tanamkan. Mesti jadi kesadaran bagi guru dalam menjalankan tugas utama sebagai pendidik dan pengajar," pesannya.

Diterangkan kepala daerah penerima award best leader supporting PR and Communications 2019 ini, betapapun majunya teknologi dengan segala turunannya, tetapi sejatinya guru tidak pernah dapat digantikan oleh teknologi. Hal itu mengandung makna bahwa guru profesional dan berintegritas akan terus menjadi isu global dan perhatian dunia tak terkecuali Indonesia.

"Guru yang mencintai pekerjaannya, mengabdikan dirinya bagi kemajuan peserta didik, memperbaiki kualitas diri dan terus berinovasi guna memperoleh praktek terbaik dalam melaksanakan tugasnya. Menjadikan ilmunya sebagai penerang hati dan kemanusiaan. Sadar sepenuhnya bahwa perilakunya dijadikan contoh bagi siswanya," terangnya.

Najmul mengharapkan para pemangku pembangunan daerah agar responsif atas permasalahan guru yang diperjuangkan PGRI di KLU. Mengingat pemerintah pusat telah mengapresiasi perjuangan guru dengan menerbitkan PP PPPK yang disampaikan Presiden RI pada puncak perayaan Hut ke-73 PGRI dan HGN 1 Desember tahun 2018.

Apresiasi itu, lanjutnya, ditindaklanjuti dengan keluarnya Permen PAN-RB nomor 2 tahun 2019 tentang pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Memungkinkan honorer berusia 35 tahun mengikuti seleksi CPNS P3K. Di samping itu, juga dikeluarkan Surat Dirjen GTK nomor 9634/2019 tentang pemberian kesempatan pada honorer di sekolah negeri mengikuti PPG, dan Surat Edaran Mendikbud nomor 10 tahun 2019 tentang PNS DPK yang dapat terus mengajar di sekolah yang dikelola masyarakat.

Berdasarkan jasa perjuangan guru, lanjut bupati penerima penghargaan the best innovation on disaster rehabilitation dari IVL 2019 ini, suatu hal yang wajar apabila berbagai pihak memberikan atensi serius terhadap kesehjateraan dan peningkatan kualitas guru. Saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang diperjuangkan PGRI terutama di KLU. Bupati Najmul lantas berharap pengurus PGRI KLU agar bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi contoh dalam pendidikan karakter dan tidak mudah meninggalkan kelas seraya meminta guru agar proporsional membagi tugas karena kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggungjawab yang harus dipegang teguh para guru, dan memperjuangkan aspirasi adalah komitmen pengurus PGRI.

“Saya minta agar para pengurus PGRI di berbagai tingkatan mulai dari pengurus kabupaten hingga ranting bekerja keras, bertungkus lumus dan berlintang pukang mengawal perjuangan dan aspirasi anggotanya. Jadikan PGRI sebagai rumah belajar dan rumah yang nyaman bagi semua anggota. PGRI KLU adalah mitra strategis pemda dalam memajukan pendidikan, serta menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana demi tercapai sinergi yang optimal agar pendidikan kita bermutu untuk KLU yang unggul,” pintanya.

"Kami sampaikan terima kasih kepada guru-guru di Lombok utara, yang telah mengajarkan saya sehingga apapun capaian kita saat ini bukan semata-mata kehebatan kita, bukan karena prestasi kita dan bukan pula lantaran kepandaian kita, tapi karena jasa dan doa guru-guru kita," ucap orang nomor satu di KLU tersebut.

Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Purna Bhakti PNS KLU yang memasuki batas usia pensiun 1 Januari 2020 oleh Bupati Najmul kepada Zainul Idrus, SH Inspektur Inspektorat KLU dan H.M. Thohir, S.Sos Camat Kayangan.

(sta/humaspro) foto: den/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial