Wagub Saksikan Penandatanganan Kontrak Pendamping Profesional P3MD KLU

Tanjung, Humaspro Setda KLU - Bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., bersama Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, SH. MH., menyaksikan penandatanganan kontrak pendamping profesional Progam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Lombok Utara (1/2).

Hadir juga Asisten Bidang Pemerintahan KLU Drs. H. Nanang Matalatta, Sekretaris Dinas DP2KBPMD KLU Suhardi S.KM., Kepala Desa se-KLU, pendamping profesional P3MD serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas DPMPD Dukcapil Nusa Tenggara Barat Dr. Azhari, SH. MH., diawal laporannya mengajak hadirin untuk bangkit, dalam rangka menyejahterakan masyarakat sesuai pasal 33 ayat 3 UUD 1945: bumi, air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Sejak tahun 2015, dana desa bergulir se-Indonesia sebesar 20 triliun dan tahun ini sebesar 170 triliun. Mengalami kenaikan 20 persen untuk kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan UU No. 6 tahun 2018 dan turunannya Permennya nomor 16 dan 18 tahun 2018 tentang Dana Desa," urainya.

Ditambahkan mantan Pjs. Bupati Lombok Utara itu, ada 22 orang pendamping desa yang membantu kepala desa yang mengelola dana desa sekitar 30 milyar.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin, SH. MH., menyatakan pelantikan pendamping desa sebagai mitra kepala desa dalam melaksanakan program dana desa. Harapannya agar amanah dan bisa dilaksanakan dengan baik.

"Harapan saya kepada kepala desa dan teman-teman pendamping, tolong laksanakan program inovasi desa yang digalakkan pemerintah daerah. Inilah salah satu cara menindaklanjuti program pemerintah daerah, karena dalam program desa yang terpenting, jangan melanggar aturan," pesan wabup diakhir sambutannya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., usai menyaksikan penandatanganan kontrak pendamping profesional yang diwakili oleh empat orang pendamping, menyampaikan ujung tombak dari pembangunan adanya di desa.

"Dana yang dikucurkan di desa, dihajatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berharap desa dalam perkembangannya, tidak selalu tergantung pada provinsi ataupun pusat, berusahalah untuk mandiri," harap wagub.

Dilanjutkannya, bukan hanya besaran dana desa yang mempengaruhi tetapi sumber daya yang mengelola dana juga perlu diperhatikan. Supaya betul-betul berdaya guna, lantaran ada empat program utama sasaran dana desa diantaranya pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kesejahteraan.

Lanjutnya lagi, dua fokus yang harus ada di dana desa, pertama Revitalisasi posyandu dan pengelolaan sampah yang bisa di daur ulang.

Penandatanganan kontrak tenaga pendamping profesional P3MD dilakukan untuk mendampingi secara reguler pengelolaan dana desa yang digulirkan. Acara diakhiri dengan foto bersama pendamping profesional P3MD.

(sta/humaspro)   foto: den/humaspro

 

 

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial