Mendagri Kunjungi Lombok Utara, Bantu Stimulan Sarana Prasarana Desa

Humaspro Setda KLU, Tanjung - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, SH bersama rombongan berjumlah 50 orang termasuk dari Dirjen Pemdes, Dirjen Dukcapil dan jajaran pemerintah provinsi berkunjung ke Tanjung Lombok Utara.

Saat kunjungan kerja menteri, diterima Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH beserta parakepala OPD se-KLU. Dalam penyampaiannya, bupati menyatakan bahwa musibah gempa bumi telah menghancurkan hampir seratus persen infrastruktur kantor desa. Hanya satu dua saja yang masih bisa digunakan, begitu pula dengan kantor camat, lanjutnya, kantor bupati, kantor-kantor OPD.

"Semuanya sudah tidak bisa ditempati, namun kami tetap bersemangat melakukan pelayanan. Kendati berkantor dengan tenda tenda, kecuali kami diberi bantuan kontainer sebagai tempat berkantor. Rumah sakit hancur, puskesmas hancur, begitu juga dengan polindes semua hancur," ungkap bupati dihadapan menteri dan rombongan kunker.

Perlu disampaikan, lanjut bupati, dampak bencana ini menelan korban di Kecamatan Bayan 16 orang, Kayangan 175 orang, Gangga 116 orang, Tanjung 86 orang, dan Pemenang 80 orang, sehingga total korban meninggal dunia untuk Lombok Utara berjumlah 473 orang. Adapun yang telah mendapatkan santunan dari presiden sejumlah 448 orang.

"Sarana prasarana pendidikan semua tak bisa digunakan sehingga sampai sekarang ini, kami menunggu kiriman tenda dari Kementerian Pendidikan, dibutuhkan sekitar 1.300 tenda untuk membuat sekolah normal kembali. Baru 18 tenda yang dikirimkan," ujar bupati.

Untuk memudahkan layanan publik, Pemda KLU telah memrogramkan pelayanan cepat terkait pengurusan administrasi kependudukan, baik akte kelahiran bagi bayi yang baru lahir dan lainnya. Harapannya, jelas bupati, bantuan sesegera mungkin direalisasikan oleh pemerintah untuk membangun kantor-kantor dan fasilitas umum lainnya.

Ditambahkan bupati, dengan adanya inpres maka bantuan dari negara dalam bentuk APBN dapat memercepat proses pemulihan pembangunan di Lombok Utara serta bisa membangun kembali infrastruktur dalam waktu singkat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, SH menyatakan ketika rapat singkat dengan gubernur, untuk memastikan layanan masyarakat tetap dilaksanakan. Selanjutnya bupati diharapkan, sambung menteri, untuk merekap dan menginventarisir sarana infrastruktur dan perkantoran yang rusak untuk dilakukan percepatan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai dengan aturan yang ada.

"Arahan presiden adalah percepatan," tutur menteri.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo melakukan peninjauan langsung ke salah satu kantor camat di Pemenang. Walaupun dengan sarana seadanya, komputer hanya dua, namun semangat pelayanan tetap terjaga.

"Kementerian Dalam Negeri berkoordinasi dengan BNPB, untuk kebutuhan tenda disegerakan dulu. Diharapkan adanya bantuan dari asosiasi gubernur untuk bergotong-royong membantu pemulihan perekonomian dan pembangunan di daerah ini," tandas menteri.

Kemendagri memberikan bantuan kepada desa, lanjutnya, sebagai bantuan dana stimulan operasional desa, membangun sarana prasarana kantor sebagai tempat layanan terhadap masyarakat, sebesar 1,25 milyar untuk 25 desa se-KLU.

Dalam kunker tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo, SH beserta rombongan didampingi Bupati Najmul Akhyar, SH., MH dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Lalu Bahruddin, mengunjungi pasien pada tenda-tenda, sembari menjelaskan beberapa hal terkait fasilitas kesehatan lainnya.

(wld/humaspro) foto: rsd/humaspro

 

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial