Gubernur NTB Deklarasi Bangun Kembali

Humaspro Setda KLU, Pemenang - Pelataran Masjid Al Hikmah yang telah dibersihkan dari puing reruntuhan ramai, acara apel deklarasi Lombok Bangun Kembali dilaksanakan secara khidmat. Bertindak sebagai pimpinan apel, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Zainul Majdi, M.A bersama Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, dan dihadiri segenap parakepala OPD beserta staf se-Kabupaten Lombok Utara, instansi vertikal, perwakilan TNI dan unsur kepolisian, beserta warga pengungsi sekitar Pemenang (27/8). Hadir pula, Kepala Pelaksana BPBD provinsi NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT, Sekretaris Daerah Lombok Barat Drs. H. Moh Taufiq, MM, dan perwakilan Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Barat.

Dalam acara tersebut, gubernur selaku inspektur upacara menyampaikan sambutannya sekaligus mencanangkan deklarasi Lombok Bangun Kembali. Gubernur NTB memberikan motivasi dan semangat mampu bangkit membangun daerah dalam bentuk yang lebih baik, lebih indah dan lebih berkah dari sebelumnya.

"Beliau-beliau yang telah meninggal dunia termasuk syahidul akhirah, yang mendapatkan ampunan dan kebaikan dari Allah SWT. Bagi yang sakit, kita do’akan semoga lekas sembuh dan bagi kita yang sehat tidak ada kata lain, kita berjuang bersama merehabilitasi dan merekonstruksi daerah yang sangat indah dan kita cintai ini," ujar gubernur.

Gubernur mengungkapkan pula, daerah yang terkena gempa, kedepannya akan lebih baik dan lebih indah lagi.

"Marilah kita berlelah-lelah, bergandengan tangan, bergotong royong untuk membangun kembali daerah yang kita cintai ini," tutur gubernur.

Pada kesempatan itu, gubernur mendeklarasi motto "Lombok Bangun Kembali", "NTB Bangun Kembali". Kemudian menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga untuk mobilisasi sampah di lokasi pengungsian.

Sementara itu, laporan disampaikan Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT terkait pengalihan status tanggap darurat menjadi masa transisi darurat ke pemulihan mulai tanggal 26 agustus 2018. Masa tanggap darurat ditutup, ada pengalihan transisi darurat ke pemulihan.

"Tahap ini kelanjutan dari masa tanggap darurat. Sesuai dengan Inpres nomor 5 tahun 2018 pada transisi ke pemulihan, ini ada percepatan untuk rekonstruksi," ujarnya.

Dalam penyampaiannya menyebutkan, rumah terverifikasi rusak berat berjumlah 17.319 unit. Tersebar pada lima kabupaten/kota di Pulau Lombok. Sedangkan di Pulau Sumbawa berjumlah 2.323 unit rumah yang rusak berat, sehingga kesemuanya hampir mencapai 20 ribu unit rumah rusak berat akibat gempa yang mengguncang.

(wld/humaspro) foto: ysf/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial