25 Ogoh Ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi di Lombok Utara

25 Ogoh Ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi di Lombok Utara

Humaspro Setda KLU, Tanjung - Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH melepas pawai Ogoh Ogoh yang merupakan rangkaian dari Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 di Lapangan Tioq Tata Tunaq (16/3).

Bupati dalam sambutannya mengajak saling menjaga kerukunan yang sudah terjalin. Seperti diketahui, menurut Kementerian Agama, KLU merupakan kabupaten dengan tingkat kerukunan agama yang harmoni.

"Maka tidak salah bila Kementerian Agama Republik Indonesia menganugerahkan Lombok Utara sebagai predikat kabupaten peduli umat beragama," imbuh bupati.

Lanjut bupati, banyaknya warga yang hadir menyaksikan acara ini dari dan bukan dari umat agama hindu sebagai wujud implementasi kerukunan beragama di KLU. Acara tersebut menampilkan parade 25 Ogoh Ogoh dari lima kecamatan yang diarak di Lapangan Tioq Tata Tunaq.

"Ogoh Ogoh yang merupakan simbol dari buta kala terkandung pesan bahwa setelah kita menyucikan diri, akan banyak godaan yang berpengaruh pada perbuatan kita. Semoga kita semua, senantiasa berada dalam kebaikan," ungkap bupati yang rutin pula berkunjung silaturrahmi ke tempat-tempat ibadah.

Sementara itu, Ketua PHDI Lombok Utara Gusti Lanang Padang menyampaikan dari tahun ke tahun peserta pawai Ogoh Ogoh mengalami peningkatan. Tahun 2017 diikuti 22 Ogoh Ogoh dan tahun 2018 terdapat 25 Ogoh Ogoh yang meramaikan pawai dengan berbagai makna dan sinopsisnya.

"Semoga ke depannya semua umat beragama di Lombok Utara terus bisa bermutualisme simbiosis sehingga kerukunan dan keharmonisan ini akan terus tercipta dan terjalin," imbuhnya.

Disisi lain, Ketua Panitia I Dewa Komang Sudana mengatakan umat Hindu mengadakan berbagai macam kegiatan sebagai rangkaian dari menyambut Hari Raya Nyepi. Diantaranya Melasti di Pantai Sorong Jukung dan pelepasan pawai Ogoh Ogoh. Pawai tersebut, diikuti oleh banjar dan pemuda sebagai penghargaan atas kreatifitasnya.

"Besok pada Hari Sabtu (hari ini, ed) mulai jam 6 pagi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian. Diantaranya Amati Geni, Amati Karya, Smati Lelungan dan Amati Lelanguan selama 24 jam. Semoga sesuai dengan apa yang kita harapkan," jelasnya.

Dalam pada itu, Bupati Najmul membuka pawai ditandai dengan pukulan gong sebanyak lima kali, penanda sila-sila Pancasila. Acara pelepasan Ogoh Ogoh berlangsung meriah.

(ags/humaspro)  Foto: rsd/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial