Asisten II KLU Siaran Pers Gebyar Produk UMKM dan Bumdes Mart

Asisten II KLU Siaran Pers Gebyar Produk UMKM dan Bumdes Mart

Humaspro Setda KLU, Tanjung - bertempat di ruangan pewarta Humas dan Protokol Setda KLU berlangsung acara siaran pers mengenai terobosan Pemerintah Daerah KLU untuk menjadikan Produk dan Komoditas UMKM Desa (13/3).

Asisten II yang membidangi Ekonomi Pembangunan Setda KLU Ir. Hermanto, dihadapan awak media menyatakan Pemda KLU telah memberikan bantuan kepada enam BUMDes Mart yang ada di enam desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Tujuan dari kegiatan ini lanjut Asisten II, selain untuk menyeleksi produk yang masuk BUMDes Mart, meningkatkan kapasitas UKM  juga bekerjasama dengan pengusaha oleh-oleh yang tertarik dengan produk KLU. Rencana kegiatan mulai dari Bimtek, gebyar produk dan lokakarya hasil kerja sama Konsorsium Kompak dan PT. Usaha Desa Sejahtera.

"Harapan saya pada gebyar besok (hari ini, ed), semua OPD bisa membeli produk UMKM KLU. Kalau bukan kita siapa lagi yang memulai," pungkas asisten yang juga pernah mengemban amanah sebagai kepala dinas itu.

Sementara itu, Mawar Junita Koordinator Konsorsium Kompak KLU, memaparkan Kompak bekerja sama dengan Pemda KLU dan Desa untuk membina BUMDes Mart yang dibentuk oleh Pemda KLU, agar produk para UKM bisa masuk ke BUMDes Mart sebesar 10 persen. Ditambahkannya, sudah mendaftar 100 UKM yang dibimbing secara teknis, serta digelarnya gebyar produk dan lokakarya.

"Pada Gebyar Produk dan Lokakarya akan dilakukan penilaian oleh PT Usaha Desa Sejahtera, produk mana yang bisa masuk dan yang tidak masuk ini akan jadi PR kita bersama.
Berkaitan pula dengan launching BUMDes Mart pada tanggal 22 Maret 2018," imbuhnya.

Menurut Aziz Setyawijaya, dari  PT usaha Desa Sejahtera bahwa apa yang dilakukan Pemda KLU ini merupakan terobosan yang memberikan ruang untuk pemasaran produk yang akan dibeli oleh BUMDes Mart, sebesar 10 persen melalui seleksi.

"Empat kriteria produk yang bisa masuk BUMDes Mart diantaranya berkategori otomatis ke BUMDes Mart dan bisa dipasarkan ke luar daerah. Kriteria kedua, produk hanya mampu sampai BUMDes Mart. Ketiga, sebagian bisa masuk dengan bimbingan dan tindak lanjut penyempurnaan. Keempat, produk yang masih tidak layak dan memerlukan bimbingan berkala," ungkapnya.

Menjawab pertanyaan awak media cetak, elektronik dan online, Aziz Setyawijaya menyampaikan bahwa Usaha Desa 10 persen produk lokal itu sama dengan 40 item produk yang masuk BUMDes Mart, tetapi nanti disesuaikan dengan selera pasar. Dijelaskannya, jika beras lebih banyak yang laku maka tentu beras yang banyak dijual dan masuk BUMDes Mart.

"Bagaimna BUMDes Mart bisa bersaing, ini perlu dukungan kita bersama serta manjaga kulitas layanan. Kami akan menempel kotak saran pada tiap BUMDes Mart dengan memonitoring selama 6 bulan ke depan, jika tidak diterapkan dievaluasi. Karena BUMDes Mart ini bisnis di atas bisnis," pungkas Business Development Manager PT UDS itu.

(sas/humaspro) Foto: rsd/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial