Posyandu Keluarga Langkah Baru Dikes KLU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Diskominfo KLU, Tanjung - Indikator kesehatan yang tidak tercapai dapat dilihat dari tingginya angka kematian ibu, gizi buruk, imunisasi, Asi eksklusif, konsumsi garam beryodium, rendahnya angka harapan hidup, dan lainnya. Melihat begitu pentingnya Posyandu dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik salah satunya adalah mendorong terbentuknya layanan "Posyandu Keluarga" di Kabupaten Lombok Utara.

Upaya untuk mewujudkan Posyandu Keluarga kini mulai dikembangkan oleh Dikes KLU khususnya di Bidang Kesehatan Masyarakat. Sebagai langkah awal, Dikes KLU telah melaksanakan pertemuan lintas sektor dan lintas program tingkat Kabupaten dalam rangka percepatan revitalisasi posyandu menuju posyandu keluarga yang bertempat di Lesehan Pondok Bangket Tanjung, Rabu (13/11/2019).

Selain untuk mempercepat revitalisasi Posyandu, pertemuan tersebut sengaja digelar agar semua unsur yang terlibat memperoleh gambaran kebijakan dan pelaksanaan Posyandu keluarga di Kabupaten Lombok Utara, adanya gambaran terhadap penguatan kelembagaan serta diketahuinya upaya tindak lanjut/solusi pemecahan masalah dalam pengembangan Posyandu Keluarga.

Menurut keterangan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Datu Madiawati, S.KM, Posyandu Keluarga tersebut berbeda dengan Posyandu pada umumnya dimana posyandu yang sebelumnya hanya menyasar pada balita saja, melalui inovasi Posyandu Keluarga yang digagas itu, maka sasaran pelayanan kesehatan masyarakat dapat menjangkau lebih luas lagi seperti pada ibu hamil, remaja, lansia dan posbindu.

"Dengan adanya Posyandu Keluarga ini, kita sudah bisa mendeteksi secara dini penyakit-penyakit yang diderita oleh masyarakat kita" jelasnya.

Lebih lanjut, Datu Madia memaparkan tentang pentingnya Posyandu Keluarga bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi kelebihan Posyandu Keluarga tersebut adalah dapat menjangkau sasaran secara langsung, sehingga masyarakat yang biasanya enggan memeriksa kesehatan karena alasan biaya atau jarak lokasi yang cukup jauh kini bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis melalui Posyandu Keluarga yang terjadwal di masing-masing dusun.

"Pelayanan yang paling dekat kan Posyandu, dari pada dia ke Puskesmas kan butuh transportasi dan sebagainya, jadi harapan kita supaya terintegrasi dengan program yang namanya program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga" paparnya.

Selain hal itu, Inovasi Posyandu Keluarga juga sangat berkaitan erat dengan program pemerintah daerah dalam penurunan angka stunting, sehingga Datu Madia berharap kepada seluruh Instansi/OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara serta lintas sektor maupun lintas program agar bisa berkolaborasi bekerja sama dalam mensukseskan misi Pemerintah Daerah tersebut khususnya di daerah Kabupaten Lombok Utara.

Sejauh ini Dikes KLU tetap menjalin advokasi dengan pemerintah desa terkait penyusunan Perbup tentang mekanisme pelaksanan Posyandu Keluarga sehingga kedepan harapannya Pemerintah Desa mempunyai dasar hukum untuk mengeluarkan anggaran dalam meningkatkan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

"Posyandu itu adalah milik dari pada desa, kita kembalikan bahwa roh dari pada Posyandu itu adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, jadi ujung tombaknya adalah pemerintahan desa" tuturnya.

Meskipun baru tahap sosialisasi, pelaksanaan Posyandu Keluarga pada tahun 2019 sudah dimulai di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Utara diantaranya, PKM Pemenang, PKM Nipah, PKM Tanjung, PKM Gangga, PKM Kayangan, PKM Santong, dan juga PKM Senaru. Namun demikian pelaksanaan Posyandu Keluarga tersebut belum dilakukan secara optimal karena masih dalam tahap persiapan.

"Harapan kita setelah sosialisasi ini, mereka melakukan advokasi ke desa untuk pelaksanaan Posyandu supaya terintegrasi, jadi tidak masing-masing program, lansia tersendiri, remaja tersendiri", harap Datu Madia selaku Kabid Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara.

(Yoan/diskominfo) Photo : Idham/diskominfo

Sekda KLU dan Pimred Harian Kompas Resmikan Gedung SDN 2 Malaka

Pemenang, Humaspro Setda KLU - Bentuk kepedulian pembaca harian Kompas terhadap pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Yayasan Dana Kemanusian Kompas (YDKK) membangun gedung SDN 2 Malaka. Peresmian dan penyerahterimaannya dilakukan oleh Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH didampingi Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy, Kamis (14/11).

Sekretaris Daerah H. Suardi mengawali sambutan mengatakan, pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat Pemenang menyampaikan selamat datang di KLU kepada pemimpin redaksi Harian Kompas ibu Ninuk Mardiana Pambudy dan ketua YDKK beserta jajarannya, di mana gedung SDN 2 Malaka yang diresmikan tersebut dibangun dari bantuan YDKK. Bentuk komitmen pembaca Kompas dan semua pihak dalam mencerdaskan bangsa untuk melahirkan generasi bangsa yang cerdas, bermoral dan taat pada pelbagai aturan yang berlaku.

Dikatakan Suardi, wujud peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta didik diantaranya meningkatkan kualitas belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan daya saing sumber daya manusia. Sekolah setempat tentunya menjadi dambaan bagi semua pihak untuk menempa dan mencetak anak didik yang bermutu, unggul dan berdaya saing ke depan dengan tetap memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.

“Kami informasikan, Pemda KLU juga telah menjalin kemitraan dengan inovasi. Alhmamdulillah telah memberi andil nyata dalam peningkatan proses dan output pendidikan di daerah ini. SDN 2 Malaka ini menjadi salah satu sekolah dampingan inovasi. Program inovasi adalah program kemitraan yang penting antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia,” terangnya.

Pada kesempatan itu, H. Suardi berpesan diresmikannya gedung SDN 2 Malaka itu dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan prestasi peserta didik, lokus maupun sarana pengembangan kreativitas anak dan potensi diri siswa serta pihak sekolah secara keseluruhan.

Di samping itu, sekda yang dikenal murah senyum ini mengajak semua pihak untuk menjaga dan memelihara gedung sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya agar bisa memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya. Hal ini lantaran pembangunan gedung SDN 2 Malaka itu tak terlepas dari dukungan berbagai pihak, moral maupun pemikiran.

"Semoga amal bapak-ibu sekalian akan mendapatkan balasan yang tiada putus dari Allah SWT seiring kemanfaatan sekolah ini,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya Sekda Suardi menutupnya dengan pantun motivasi bagi dewan guru, siswa-siswi dan segenap warga SDN 2 Malaka:

"Memetik buah ambillah galah Jolok ke atas dengan sejajar Berdiri megah gedung SDN 2 Malaka Tambahlah semangat dalam belajar".

"Sungguh manis buah papaya Berbuah lebat siapa yang punya Sekian sambutan dari saya Terima kasih atas perhatiannya".

Sementara mewakili pembaca harian Kompas, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy meluahkan perasaan senangnya melihat siswa-siswi SDN 2 Malaka yang ceria dan tetap semangat dalam belajar.

"Saya merasa senang melihat anak-anak di sini tetap semangat walupun selama ini sekolah mereka rusak. Pagi ini saya mendapat tugas untuk menyerahkan bantuan sekolah ini dari pembaca harian kompas", ucapnya.

Ninuk menceritakan, ketika gempa terjadi dan melanda Lombok, para pembaca harian Kompas menyumbangkan dana untuk kemudian disalurkan ke SDN 2 Malaka ini. Sebelumnya kami juga sudah membangunkan puskesmas di Pemenang dan telah digunakan sejak bulan juni lalu. Kami juga telah mendirikan sekolah negeri di Lombok Barat dan Lombok Timur. Jadi, kami sudah mendirikan 3 Sekolah Dasar dan satu puskesmas," papar Ninuk dihadapan Sekda KLU.

Pihaknya mengakui mendapat informasi dari Sekda KLU bahwa lebih dari 200 unit sekolah rusak dan belum terbangun khususnya di KLU. Namun demikian, saat ini pihak Kompas hanya mampu membantu 4 unit bangunan saja sembari berharap adanya filantropi lain yang bersedia membantu.

"Pesan kami mohon sekolah ini dipelihara karena kita tidak mengenal siapa yang membantu tetapi mereka bersedia menyumbang dengan harapan supaya muncul pemimpin-pemimpin masa depan dari sekolah ini," tutup Pimred Harian Kompas tersebut.

Rangkaian acara dilanjutkan peresmian SDN 2 Malaka ditandai penandatanganan prasasti oleh Sekda Drs. H. Suardi, MH dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy. Kemudian pemberian plakat dan ucapan terima kasih dari Pemda KLU kepada Kompas serta pengguntingan pita oleh Sekda dan Pimred Harian Kompas disaksikan hadirin.

(sta/humaspro) foto: den/humaspro

Bupati Najmul Buka Bimtek SPM Pemda KLU 2019

Tanjung, Humaspro Setda KLU-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bagian Pemerintahan Setda KLU menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Hotel Mina, Senin (4/11).

Penyeleggaraan bimtek yang dihelat selama dua hari ini diikuti oleh 30 orang peserta perwakilan OPD lingkup Pemda KLU serta mendatangkan dua orang narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Sondang Lumban Gaol Kepala Seksi Wilayah IV B, Direktorat PEIPD Direktorat Jenderal Bina Bangda Kemendagri dan Azwar Yusuf Tenaga Ahli Perencanaan Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bangda Kemendagri.

Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar, SH, MH sebelum membuka Bimtek mengawali sambutannya terlebih dahulu menyapa kedua narasumber dari Kemendagri tersebut.

"Selamat datang bapak/ibu dari Kementerian Dalam Negeri, semoga merasa nyaman berada di sini (Kabupaten Lombok Utara-red)," sapa Bupati Najmul.

Lebih lanjut Najmul menuturkan, pihaknya memandang acara tersebut memiliki arti sangat penting lantaran menyangkut cara pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Perspektif awal cara berpikir aparatur birokrasi bahwa birokrat adalah pelayan bagi masyarakat karena mereka telah memberikan amanah kepada para aparatur birokrasi. Siapapun kita, menurut orang nomor satu di KLU ini, adalah pelayan bagi mereka, sehingga kewajiban kita adalah melayani masyarakat dengan baik dan hak mereka adalah untuk mendapatkan pelayanan yang baik.

Pada kesempatan tersebut, bupati memaparkan bahwa sejak awal ketika amanah menakhodai Lombok Utara diberikan kepada dirinya, ia menginginkan setiap kantor yang melayani masyarakat di KLU hendaknya menjadi rumah solusi bagi masyarakat yang datang. Sehingga, sambung Sekjen Apkasi ini, di setiap kantor itu harus disiapkan resepsionis yang ramah, murah senyum, tidak judes, sehingga masyarakat merasa nyaman.

"Saya ingin Bimtek ini menjadi penyegaran terhadap apa yang kami sampaikan sejak awal. Bahkan dulu kami pernah melakukan pelatihan di salah satu hotel untuk resepsionis supaya suasana di kantor itu tidak beda dengan suasana di hotel dalam soal pelayanan," tutur bupati.

"Jika ada resepsionis yang tidak bisa senyum maka tempatkan dia di depan komputer saja" terang bupati.

Bupati Najmul berpesan, bahwa di antara hal yang mesti lakukan aparatur birokrasi KLU adalah melaksanakan ketentuan terkait pelayanan minimal, di mana masyarakat Lombok Utara mendapat pelayanan dasar.

"Sebelum gempa kita sudah mencoba menerapkan pojok menyusui bagi ibu-ibu yang menyusui. Kamu berharap bimtek ini tidak hanya bersitat normatif saja, tetapi mesti yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat," pesannya kepada peserta bimtek.

"Substansi dari pelayanan itu bukan hanya dari cara saja. Tetapi dari kata dan hati pun ketika kita melayani orang dengan baik maka hasilnya pun akan baik. Sekali lagi saya ingin inovasi-inovasi di setiap OPD," tegas Najmul mengakhiri sambutan.

Dalam pada itu, panitia penyelenggara yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU, H. Rubain, S.Sos, M.Si di hadapan Bupati melaporkan, bahwa penyelenggaran bimbingan teknis penerapan SPM tersebut didasari UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018, Permendagri nomor 100 tahun 2018, Peraturan Bupati Lombok Utara nomor 48 tahun 2018 tentang Penjabaran APBD tahun 2019.

Dilaporkan juga oleh mantan Sekdis Dukcapil KLU ini, bahwa tujuan dari bimtek tersebut menyosialisasikan dasar-dasar SPM di Pemerintah Daerah KLU, memahami teknis penyusunan rencana pelaksanaaan pelayanan dasar terhadap pelayanan di KLU, serta mengoptimalkan upaya-upaya pemerintah daerah dalam pelakasanaan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

(sta/humaspro), foto: den/humaspro

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial