Workshop Penyusunan Dokumen KRB di Buka Oleh Bupati Lombok Utara

Tanjung, Prokopim Setda KLU - Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, S.H membuka acara Workshop Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Lombok Utara bertempat di Anema Resort Sira Tanjung (18/10). Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, S.T., M.Eng, Kalaksa BPBD M. Zaldi Rahadian, S.T , Koordinator wilayah NTB Program Siaga kemitraan antara Indonesia dan Australia untuk kesiapsiagaan bencana Anggreani Pupitasari, Para Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.
 
Bupati menyambut baik kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana kali ini. "Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai acuan awal dalam memahami kajian risiko bencana secara menyeluruh, sebagaimana kita ketahui, bahwa lombok utara merupakan daerah dengan risiko bencana yang cukup tinggi, karena faktor letak geografis berada dalam garis patahan gempa dan gunung berapi" ucapnya.
 
Untuk itu, maka kajian risiko bencana (KRB) merupakan syarat utama dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana (RPB), sambungnya. Dokumen KRB memiliki peran penting guna mengetahui informasi terkait bahaya, kerentanan, dan kapasitas serta potensi dampak kerugian akibat bencana yang ada di kabupaten lombok utara. Dalam menyusun KRB dibutuhkan ketajaman analisis dan kajian mendalam dari pihak-pihak yang terkait supaya integrasi penanggulangan bencana dapat terlaksana lebih optimal dan utuh.
 
Diakhir, Bupati Mengharapkan kegiatan ini bisa menciptakan komunikasi yang baik antar pihak guna penguatan koordinasi, informasi, komunikasi dan kerjasama dalam mitigasi dan risiko bencana. "Kegiatan ini diharapkan menciptakan komunikasi antara para pihak dapat terbina dengan baik, saya yakin dan percaya kegiatan ini menjadi ikhtiar yang berarti untuk penguatan koordinasi, informasi, komunikasi dan kerjasama dalam mitigasi risiko bencana di daerah kita dimasa mendatang" tutupnya.
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara menambahkan Bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana Berfilosofi bagaimana caranya membangun berdasarkan isi-isi yang terkandung dalam dokumen kajian risiko bencana.
 
Selepas acara pembukaan, kegiatanpun dilanjutkan dengan workshop dimana Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menjadi salah satu narasumber dengan tema "Kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Lombok Utara".

Disambangi Dirjen Kebudayaan RI, Bupati KLU Paparkan Konsep Pembangunan Kantor Bupati

Diskominfo KLU, Gangga - Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemenristekdikti RI Himar Farid, Ph.D., bersilaturrahmi dengan Masyarakat Adat dan Pemda Lombok Utara bertempat di Pendopo Bupati, Senin (18/10/2021).
 
Mengawali sambutannya Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., mengucapkan rasa syukur yang mendalam lantaran bisa bertemu dan bersilaturrahmi secara langsung dengan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikti RI itu. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang heterogen, dilihat dari banyak suku, adat dan budaya yang hidup serta berkembang, termasuk di Kabupaten Lombok Utara. "Negara sudah mengakui keberadaan Adat, termasuk di wilayah Lombok Utara dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020. Jadi keberadaan Hukum Adat dan Warga Adat kita betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari daerah kita," ucapnya.
 
Sedikit bercerita, Bupati memaparkan pembangunan Kompleks Kantor Bupati kedepan akan dipadukan dengan arsitektur Sasak Dayan Gunung. "Kemarin saya sudah minta kepada PU untuk membuat gambar rencana pembangunan Kompleks Kantor Bupati yang arsitekturnya Sasak Dayan Gunung," ungkapnya.
 
Mengakhiri sambutan, Bupati berharap semoga silaturrahmi dengan Dirjen maupun dengan masyarakat akan terus berjalan dengan baik untuk sama-sama menjaga adat khususnya di Lombok Utara. Dalam kesempatan yang sama, saat ditanyai Jurnalis Kominfo, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemenristekdikti RI Himar Farid, Ph.D menyampaikan tujuannya datang ke Lombok Utara yaitu dalam rangka bersilaturrahmi dengan masyarakat Adat yang ada di Lombok utara serta bersilaturrahmi dengan Bupati selaku pembina Masyarakat Adat Lombok Utara.
 
Dikatannya, setelah berdiskusi dengan Masyarakat dan Bupati Lombok Utara terkait dengan masalah adat, ada banyak langkah-langkah yang perlu di ambil baik dari tingkat kebijakan maupun tingkat yang lebih praktis. Tingkatan tersebut sebenarya mengerucut pada dua hal, yakni secara umum seperti diketahui Kabupaten Lombok Utara saat ini sedang menyusun rencana pembangunan jangka menengah 2021-2026. "Kita berharap tentu informasi yang di kumpulkan oleh tim duta data akan sangat berguna untuk pembangunan Lombok Utara," paparnya.
 
Adapun yang kedua berkaitan dengan Pendidikan, Dirjen Kebudayaan RI ini berharap agar keaarifan lokal masyarakat adat ini bisa menjadi bagian pendidikan yang ada di Lombok Utara yang akan di masukkan dalam Mata Pelajaran Mulok.
 
(Idham)

Wabup Lombok Utara Paparkan Pentingnya Data untuk Mitigasi Bencana

Diskominfo KLU, Tanjung - Upaya "Mitigasi Bencana" sangat perlu dilakukan lebih awal untuk meminimalisir terjadinya risiko fatal apabila terjadi bencana dikemudian hari. Hal ini tegaskan oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, ST, M.Eng., saat dipercayakan menjadi narasumber pada acara Workshop Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Lombok Utara yang di buka langsung oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., bertempat di Hotel Anema Resort, Senin (18/10/2021).
 
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, Danny menyebutkan bahwa pada tahun 2020 telah terjadi sekitar 2.938 bencana alam, yang mana apabila dikerucutkan dalam sehari telah terjadi 8 kali bencana. "Ini akan terus bertambah sesuai prediksi sekitar 10-20%. Potensi ini (bencana_red) setiap tahun, dari tahun ke tahun akan terus meningkat akibat dari pemanasan global," kata Wabup Danny.
 
Dijelaskan Danny, sejatinya bumi ini akan terus bergerak meskipun tidak adanya manusia. Karena itu, perlu ada perlakuan khusus dari manusia secara menyeluruh untuk memperlambat potensi terjadinya bencana. "Saya harapkan di dalam kegiatan workshop ini kita bisa memetakan nanti bagaimana sih kondisi Kabupaten Lombok Utara dari ujung Pemenang sampai ujung Bayan," tuturnya.
Ketika gambaran risiko tiap kecamatan di Kabupaten Lombok Utara telah tersusun dalam bentuk dokumen KRB, Wabup yang akrab disapa Bang Danny ini menginginkan adanya output dari kajian yang telah dilakukan oleh stakeholder terkait. "Outputnya nanti mungkin akan dihasilkan SOP, siapa melakukan apa baik hari ini ketika terjadi bencana, maupun pasca terjadi bencana," katanya.
 
Diakhir pemaparannya, Danny mengharapkan BPBD Lombok Utara untuk mempersiapkan data yang lengkap terhadap semua risiko bencana di masing-masing wilayah untuk memudahkan pemerintah daerah dalam menentukan perencanaan dan pengambilan kebijakan yang tepat. "Ini yang menjadi catatan diakhir bahwa, data itu menjadi cukup penting dan sangat penting ketika kita membuat kebijakan-kebijakan apalagi kebijakan-kebijakan untuk masyarakat," pungkasnya.
 
(Yoan)

Contacts

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  +62-370-6147277
  +62-370-6147277
  +62-811-3811901 (Dinas Kesehatan)
 +62-853-3491651 (RSUD Lombok Utara)
0370-6120-052 (Sat Pol PP Lombok Utara)
 
  Jln. Tioq Tata Tunaq Tanjung

Media Sosial